Latest Entries »

dunia digital

Salah satu kendala dalam memotret di jaman serba digital ini adalah keterbatasan jangkauan dinamik dari sebuah sensor. Anda tentu kerap mengalami saat memotret di kondisi dengan kontras tinggi, ada saja bagian dari foto yang tampak terlalu gelap (under) atau justru terlalu terang (over). Sensor kamera memang jauh kalah dibanding mata manusia dalam urusan kepekaan dalam menangkap perbedaan terang gelap yang begitu lebar di alam ini, dari teriknya sinar matahari sampai redupnya cahaya lilin di kegelapan. Kondisi ini membuat banyak fotografer mendambakan sebuah hasil foto yang sebisa mungkin mendekati kondisi aslinya, dengan jangkauan dinamis (dynamic range) yang lebar atau biasa disebut dengan HDR.

View original post 503 more words

Advertisements

3D Land Seismic Survey

Explorasi seismic 3D merupakan teknologi pencitraan (imaging) bawah permukaan secara tiga dimensi. Berbeda dengan seismic 2D yang mencitrakan point tertentu atau ‘titik’ maka seismic 3D adalah teknologi untuk mencitrakan ‘bidang’. Seismic 3D memiliki kelebihan untuk meng-eliminasi mis-tie dalam migrasi reflector miring, meningkatkan resolusi horizontal, dan memberikan citra yang lebih detail.

Berikut adalah terminologi yang sering digunakan dalam Explorasi Seismic 3D:

  • Inline: garis-garis semu yang parallel dengan bentangan receiver.
  • Crossline: garis semu yang tegak-lurus dengan Inline.
  • CMP bin: kotak semu di bawah permukaan dengan ukuran ½RI*½SI dimana RI adalah Interval receiver dan SI interval Source. CMP bin mengandung semua trace yang dimiliki oleh CMP yang sama.
  • Patch: area dari reveiver yang merekam source yang sama.
  • Swath: area dimana receiver merakam sumber-sumber tanpa adanya perpindahan crossline (crossline roll over).
  • Salvo: sejumlah sumber tembakan yang direkam oleh patch yang sama.
  • Fold: banyaknya mid-point yang di-stack dalam CMP bin yang sama. Besaran Fold berbeda dari bin ke bin sejalan dengan perubahan offset dan azimuth serta berubah terhadap kedalaman sejalan dengan bertambahnya offset. Fold=NS*NR*b2, dimana NS dan NR adalah banyaknya Source dan Receiver dalam wilayah tertentu dan b merupakan dimensi bin. Contoh jika per kilometer persegi terdapat 80 source dan 600 receiver dan dimensi bin 25m maka Fold=80*600*25*25 m2/km2=30.
  • Crossline Fold: setengah dari jumlah inline dalam satu patch. Jika dalam satu patch terdapat 8 inline maka Crossline Fold=8/2=4.
  • Inline Fold: Fold/Crossline Fold. Untuk contoh kita 30/4=7.5. Dengan demikian Fold=Crossline Fold*Inline Fold=7.5*4=30.

Berikut adalah contoh untuk mendesign sebuah survey land 3D dengan kedalaman target=3000m, bin=25m dan Fold=30 dengan sistem split-spread (sumber di tengah). Dengan Interval lintasan receiver 400m:

  • Receiver Interval dapat ditentukan dengan 2xbin=2×25=50m.
  • Offset Maximum: katakanlah 90% dari kedalaman target, 3000mx90%=2700m.
  • Jumlah masing-masing receiver pada setiap sisi split spread: 2700/50(receiver interval)=54 receiver.
  • Total perekam setiap line setiap shot=2*54=108.
  • Jumlah receiver yang harus diaktifkan jika hanya tersedia 900 receiver, 108* 8=864 receiver (untuk 1 patch). Maka kita dapat memiliki 8 lintasan receiver.
  • Shot interval biasanya 2*bin=2*25=50m.
  • Crossline fold=8(banyaknya line per patch)/2=4
  • Inline Fold=30/4=7.5
  • Shot line Interval (SI) dapat ditentukan dengan NI=(Total perekam per line/2)*Receiver interval/SI. 7.5 =(108/2)*(50/SI). Jadi SI=360m.

Terdapat beberapa teknik shooting seismic 3D, diantaranya adalah Metoda Swath Shooting:

  1. Lintasan-lintasan receiver dibentangkan secara parallel.
  2. Sumber-sumber ledakan dipasang secara tegak lurus dengan lintasan receiver.
  3. Sumber pertama diledakkan lalu dilakukan perekaman.
  4. Sumber kedua-ketiga dst sampai ke-terakhir (dalam satu patch) diledakkan dengan perekaman dilakukan untuk masing-masing ledakan.
  5. Serangkaian ledakan diatas disebut dengan Salvo-1.
  6. Pindah ke source line berikutnya, lakukan hal yang sama sehingga diperoleh salvo-2, dst.
  7. Beberapa salvo dilakukan sampai akhirnya sampai di ujung lintasan receiver sehingga diperoleh satu swath.
  8. Roll-over sebesar setengah patch kearah crossline untuk memperoleh swath 2, dst sampai seluruh areal 3D.

anim

Panduan Memilih Netbook

Netbook beberapa tahun belakangan telah menjadi trend. Bentuknya yang mungil, menjadi salah satu alasan mengapa Netbook banyak disenangi berbagai kalangan. Nah, sebelum Kamu memilih / membeli Netbook, ada baiknya memperhatikan beberapa aspek berikut (juga dapat berlaku untuk Notebook):

1. Spesifikasi = Kebutuhan

Sesuaikan spesifikasi Netbook dengan kebutuhan aktifitas Kamu. Jika aktifitas Kamu seperti Programming/Desain Grafis/Multimedia, daripada dipaksakan lebih baik untuk memilih yang lebih tinggi daripada Netbook. Karena akan sangat tidak memadai jika dipaksakan. Namun jika cuma browsing/office application, cukup cocok untuk dipilih.

2. Berat dan Dimensi

Pastikan sesuai dengan keinginan Kamu, dimensi dan berat. Untuk Netbook sendiri, rata-rata gak terlalu jauh bedanya antara merk satu dan lainnya. Pastikan kenyamanan Kamu jadi faktor penting.

3. Layar LCD

Ya, benar sekali bahwa Netbook umumnya memiliki Layar LCD yang berukuran lebih kecil daripada Notebook/Laptop. Rata-rata berkisar sekitar 10.2 inch. Bagi Kamu yang cukup bermasalah dengan penglihatan yang terbatas, ada baiknya mempertimbangkan faktor ukuran. Gak lucu juga kalau setiap menggunakan Netbook, kaca pembesar selalu siaga di tangan kamu :P

4. Keyboard dan Tuts

Sesuaikan dengan ukuran tangan dan jari Kamu. Coba mengetik beberapa saat dan rasakan sensasinya. Kalau Kamu merasa kurang nyaman, terutama yang jarinya jempol semua, pertimbangkan untuk cari yang lebih pas.

5. Baterai

Usahakan mendapat baterai yang memiliki kapasitas cukup besar, karena pasti berguna untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor).

6. Aksesoris

Aksesoris, terdengar sepele, tapi cukup penting. Pastikan sesuai dengan kebutuhan Kamu. USB Port 2.0, Charger, Ethernet LAN, Bluetooth, Webcam, Modem 3G, dll.

7. Sistem Operasi (OS)

Sangat dianjurkan agar Kamu memilih yang include OS legal, karena akan mempermudah untuk update online atau pergi ke luar negeri. Lebih baik lagi jika Netbook memiliki system revocery yang tersimpan dalam hard drive, mengingat Netbook tidak dilengkapi Optical Drive.

8. Garansi

Pastikan juga Netbook memiliki garansi resmi, akan sangat membantu jika terjadi kerusakan. Cek kembali kelengkapan lainnya yang berhubungan dengan garansi.

Sumber : http://captainodell.wordpress.com

Perbedaan Notebook dan Netbook

Sebagian besar orang tau apa itu notebook atau Tukul bilang laptop. Lha kalau netbook? Yapz… netbook adalah istilah yang masih terbilang baru. Akhir-akhir ini netbook sedang naik daun. Awalnya, netbook pertama muncul adalah asus eee PC, kini telah tersedia berbagi merk dan pilihan operating sistem. Pada dasarnya netbook hampir sama dengan notebook, hanya saja netbook lebih portable dan untuk keperluan komputasi yang ringan. Lah terus bedanya sama notebook?? Simak posting berikut…

Dimensi dan ukuran layar

Ada perbedaan yang cukup mencolok antara netbook dan notebook. Ukuran layar netbook lebih kecil dan berkisar di angka 7”-10,2” sedangkan notebook mulai 12” keatas. Selain itu, netbook berukuran lebih kecil dan lebih ringkas untuk dibawa-bawa dibanding notebook. Berat netbook juga jelas lebih ringan di banding notebook umumnya. Memang netbook lebih portable dibanding notebook.

Spesifikasi hardware

Spesifikasi hardware antara netbook dengan notebook berbeda. Biasanya, netbook menggunakan prosesor Intel Atom, VIA C7 yang hemat energi, AMD pun tidak mau kalah dan akan meluncurkan prosesor Athlon Neo untuk pasar netbook. Netbook biasanya dibekali Ram 512mb-1gb untuk mendukung performanya. Netbook biasanya sudah dibekali peralatan untuk berinternet dengan nyaman dengan menyertakan wi-fi dan bloetooth bahkan akhir-akhir ini ada produsen yang menyertakan modem 3G dan 3,5G (HSDPA), tak lupa webcam pun hadir di sebagian besar netbook yang beredar. Beberapa produsen menyediakan opsi SSD (Solid State Drive) sebagai media penyimpananya kerena lebih hemat energi jika dibandinkan dengan hardisk. Sementara notebook biasanya mnggunakan prosesor yang lebih kuat seperti, Pentium Dual-core, Core2 Duo, Turion X2 dengan ram yang sama atau lebih besar dari netbook. Notebook juga dapat menggunakan discrete graphic dari Ati Radeon atau Nvidia GeForce, setahu saya netbook belum ada yang menggunakan discrete graphic.

Daya tahan baterai

Notebook pada umumnya hanya mampu ‘hidup’ dengan baterai selama 1-3jam saja. Sedangkan netbook mampu bertahan lama antara 3-5jam. Ini dikarenakan hardware yang digunakan netbook lebih hemat energi dibanding notebook.

Fungsi dan target pengguna

Dilihat dari spesifikasi hardware yang digunakan, jelas performa notebook jauh lebih cepat dibanding netbook. Notebook ditujukan bagi orang yang membutuhkan komputer yang cukup bertenaga untuk bekerja dan dapat dibawa kemana-mana. Performa notebook sekarang (terutama platform centrino2) sudah mendekati bahkan menyamai komputer desktop kelas mainstream. Performa ini sangat berguna bagi orang yang membutuhkan komputer pekerjaan editing multimedia atau hal-hal yang lebih dari sekedar mengetik. Sedangkan netbook ditujukan bagi orang yang menginginkan mobilitas dalam menggunakan komputer untuk sekedar pekerjaan office dan internet. Performa netbook pun pas-pasan. Saya pernah mencoba netbook MSI Wind dengan menggunakan prosesor Intel Atom N270 1,6Ghz dan menggunakan OS windows XP, performanya dalam penggunaan office dan internet sudah mencukupi.

Harga

Ini adalah poin paling penting bagi sebagian orang. Dikala krisis global, orang akan lebih sensitif terhadap harga dibandingkan fitur yang ditawarkan. Harga notebook baru termurah yang pernah saya lihat adalah 4,8juta dengan spesifikasi hardware yang cukup lumayan. Sedangkan netbook baru harganya mulai dari 3,3 juta. Udah tau bedanya kan? Jangan sampai deh salah pilih. Sebelum membeli notebook atau netbook, tentukan dulu kebutuhan komputasinya, apakah hanya untuk office, mutimedia atau yang lain. Jika anda membutuhkan untuk keperluan office dan internetan, jelas netbook adalah pilihan yang lebih hemat dan lebih portable. Anda menginginkan performa lebih, pilih notebook untuk menghandle keperluan komputasi sedang. Anda ingin performa yang lebih dahsyat? Pakai desktop! Desktop juga bisa kok dibawa kemana-mana asal kuat aja bawanya, hehehehe…..

Source : http://tuxlin.wordpress.com

Error 27 (E27) Canon PiXMA MP145

Error pada printer canon MP145 salah satunya yang paling sering ditemui adalah E27 (Error 27). hal ini terjadi karena kita terlalu banyak dalam “Cleaning” atau “Deep Cleaning” dan mengakibatkan error yang kadang disebut juga “Absorbser too full”. langsung saja nanti Ki Sukmo ajarin cara resetnya dengan cara Ki Sukmo sendiri…..

1.Biarkan Kabel power tetap terkoneksi ke sumber arus.
(Tdk perlu mencabut kabel power saat printer masih menyala).
2. Tekan dan tahan tombol Stop/Reset.
3. Tekan dan tahan tombol Power (tombol Stop/Reset tetap di tekan)
4. Tetap tekan tombol Power, kemudian lepas tombol Stop/Reset.
5. Tekan tombol Stop/Reset 2x kemudian lepas lepas tombol Power.
” Tunggu sampai angka “0” (nol) muncul di display ”
6. Tekan tombol Stop/Reset 1x.
7. Tekan tombol Power 1x, printer akan mencetak 1 lembar kertas.
8. Tekan tombol Stop/Reset 2x.
9. Tekan tombol Power 1x, printer akan mecetak 1 lembar kertas
10. Tekan tombol Stop/Reset 3x.
11. Tekan tombol Power 1x. (tidak ada proses pencetakan)
12. Tekan tombol Stop/Reset 4x
13. Tekan tombol Power 1x agak lama & lepas (utk mematikan printer).
14. Cabut kabel power printer & tunggu beberapa saat.
14. Nyalakan printer.
15. Pesan error E27 sudah hilang & printer sudah berjalan normal.

Error Code/Kode Error :
E2-2 = No paper (ASF)
E3-3 = Paper jam
E4 = No ink
E5-5 = The ink cartridges are not installed or a non-supported ink cartridge is installed, or the ink cartridges are not installed properly
E8 = Waste ink absorber full, or platen waste ink absorber full
E9 = The connected digital camera / video camera does not support Camera Direct Printing
E14 = The Ink cartridges whose destination are wrong
E15 = Ink cartridge is not installed E16 – Ink remaining is unknown
E16 -E19 = Failed to scan head alignment sheet
E22 = Carriage error
E23 = Paper feed error
E24 = Purge unit error
E25 = ASF(cam) sensor error
E26 = Internal temperature rise error
E27 = Waste ink absorber full or platen waste ink absorber full
E28 = Ink cartridge temperature rise error
E29 = EEPROM error
E33 = Paper feed position error
E35 15 = USB Host VBUD overcurrent error – USB
E37 17 = Abnormal motor driver error
E40 20 = Other hardware error
E42 22 = Scanner error